Jumat, 10 Juli 2020

Jenis Makanan yang Layak Dikonsumsi Astronaut di Luar Angkasa


Anggota Misi Analog dan Simulasi Eksplorasi Antariksa Hawaii (HI-SEAS) NASA, Dokter Sian Proctor menjelaskan bagaimana ia dan tim menyiapkan makanan untuk para astronaut Amerika Serikat yang bakal menjalankan misi ke luar angkasa termasuk Planet Mars.
Menurut Proctor makanan yang disiapkan untuk astronaut bertahan hidup di luar angkasa tidak bisa sembarangan. Dijelaskan Proctor, ada dua tipe makanan untuk astronaut, yaitu makanan beku dan kering lalu pengemasan juga mesti steril.

Selain itu makanan harus memenuhi sejumlah kriteria supaya dianggap layak untuk dikonsumsi di luar angkasa.

Pertama, bahan makanan harus bergizi dan mudah dicerna. Kemudian mesti direkayasa untuk bisa dikonsumsi di lingkungan tanpa gravitasi.

"Oleh karena itu makanan harus ringan, dikemas dengan baik, dan cepat disajikan," kata Proctor saat acara Space Food: What We Need to Survive in Space, Moon, and Mars secara virtual yang diikuti CNNIndonesia.com, Kamis (9/7).

Khusus untuk misi penjelajahan ke Planet Mars, Proctor dan tim bakal membuat makanan yang mengandung sayur-sayuran, buah, makanan berbasis serangga, dan pertanian.

Untuk bahan makanan yang kaya serat, kata Proctor mesti ditanam dengan cara hidroponik dan aeroponik.

Hidroponik merupakan budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah. Sedangkan aeroponik adalah cara bercocok tanam di udara tanpa menggunakan tanah.

Sebetulnya proses pembuatan makanan untuk dikonsumsi di luar angkasa terbilang mudah karena para peneliti hanya melalui proses menyublim air dari dalam bahan makanan.

Proses sublim sendiri adalah proses untuk mengubah zat padat menjadi uap. Setelah itu, makanan membutuhkan pengeluaran energi minimum.

"Sebenarnya dalam kasus ini cara untuk membekukan makanan dengan menyublimkan air keluar dan menggunakan energi. Lalu makanan juga harus disimpan dengan baik supaya menghasilkan limbah yang sedikit," ujar Proctor.

Misi Rover Mars 2020 yang akan meluncur tahun depan bukan hanya ditujukan untuk mencari fosil, tapi juga membuka jalan agar manusia bisa mencapai planet keempat dalam tata surya tersebut.


Misi utama Mars ini adalah berburu fosil pada kawah bagian dalam Jazero. Fosil yang akan dicari oleh rover ini berupa sisa kerang, koral, atau stromatolites (batuan yang terbentuk oleh mikroba purba yang hidup di sepanjang garis pantai).

Jazero sendiri merupakan kawah yang sebelumnya adalah danau sedalam 457 meter. Jazero juga diperkirakan terhubung dengan jaringan sungai yang 3,5 juta tahun lalu masih mengalir.

Setelah dikumpulkan, sampel-sampel dari bebatuan itu akan disimpang dalam tabung oleh Rover. Kemudian, tabung-tabung itu akan ditinggalkan di permukaan Mars, dan baru akan dibawa pulang ke Bumi oleh misi antariksa selanjutnya.

Kamis, 09 Juli 2020

Konsekuensi Penularan Corona Lewat Udara yang Diumumkan WHO


Badan Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya setuju dengan desakan para ahli yang menyebut penularan virus corona SARS-CoV-2 bisa terjadi lewat udara atau transmisi airborne, Rabu (7/7).
Padahal sebelumnya, WHO menyebut penularan virus corona terjadi lewat droplet. Droplet adalah cairan liur yang keluar lewat mulut atau hidung ketika berbicara, batuk, bersin, bahkan bernyanyi.

Ukuran droplet cukup besar, sehingga ia akan segera jatuh ke tanah atau permukaan benda ketika terlontar dari mulut atau hidung. tetesan ini biasanya tidak dapat terlontar jauh lebih dari 1,5 meter.

Berikut sejumlah konsekuensi atas pernyataan WHO kalau penularan virus corona bisa dihantar lewat udara.

1. Virus bisa melayang berjam-jam di udara
Airborne adalah transmisi yang menghantarkan aerosol atau droplet (tetesan liur) yang berukuran sangat kecil. Aerosol juga dikenal dengan droplet mikro.

Ukurannya kurang dari 5 mikrometer. Sementara droplet biasanya berukuran lebih besar dari 5 mikrometer. Karena kecil dan ringan, aerosol yang membawa virus corona SARS-CoV-2 bisa bertahan melayang di udara selama beberapa jam. Selain itu, aerosol ini juga bisa melayang cukup jauh.

Studi di AS menyebut virus corona SARS-CoV-2 bisa hidup di aerosol hingga empat jam. Sementara studi lain (belum peer-review) menyebut ia bisa bertahan 16 jam.

2. Penularan tak perlu kontak langsung
Penularan lewat udara lebih berbahaya sebab, penularan bisa terjadi meski tak ada kontak dalam jarak dekat. Hal ini diungkap ahli Epidemiologi dari Universitas La Trobe  Australia, Hassan Vally.

Jika penularan lewat droplet, infeksi hanya terjadi jika orang yang sehat menghirup droplet dari orang yang terinfeksi Covid-19. Maka aerosol tetap bisa bertahan di udara meski orang yang sakit sudah meninggalkan ruangan.

Dengan diakuinya penularan bisa terjadi lewat udara, penerapan jarak sosial menjadi tidak efektif. Karena, virus bisa melayang jauh tanpa kontak dekat dengan penderita.

3. Buka jendela, perbarui filter AC, sinar ultraviolet
Dampak lain menurut Valley membuat virus ini bisa menular lewat saluran udara dan AC, seperti dilansir dari The Conversation.

Sehingga, disarankan untuk membuka pintu dan jendela, memperbarui filter AC, dan perbanyak sirkulasi udara luar.

Don Milton, ahli aerosol dari Universitas Maryland, AS, menyarankan gedung umum dan bisnis mempertimbangkan penggunaan air purifiers dan alat sinar ultraviolet (UV-C) untuk membunuh virus, seperti dikutip The New York Times.

4. Risiko lebih besar di dalam ruangan
Mengutip The Conversation, Valley menyebut risiko penularan makin tinggi pada ruangan yang padat orang dan berventilasi buruk.

Beraktivitas di luar ruangan disebut lebih aman ketimbang dalam ruangan yang padat. Namun, disarankan tetap menggunakan masker.

5. Memperketat penggunaan masker
Menurut Valley, negara-negara mesti memperketat penggunaan masker. Terpisah, Professor of Immunology, University of Pittsburg, Douglas Reed juga sepakat terkait penggunaan masker.

"Anda dapat mengurangi penularan melalui udara dengan menggunakan masker...memakai masker adalah cara yang sangat efektif dan murah untuk memperlambat pandemi," kata Reed, seperti dikutip The Conversation.

6. Penularan udara masih jadi perdebatan

Para ahli sebenarnya masih berdebat soal penularan lewat udara. Sebab, menurut epidemiolog dan ahli penyakit menular Paul Hunter, bukti-bukti penularan lewat udara dianggap masih terbatas, seperti dikutip Live Science.

Hunter juga menjadi profesor dari Universitas East Anglia di Inggir san anggota komite pencegahan infeksi WHO. Ia berkeyakinan penularan lewat udara hanya terjadi pada situasi tertentu saja.

Para ahli epidemiolog menyebut pada kebanyakan kasus penularan Covid-19 terjadi lewat kontak dekat. "Kebanyakan akibat transmisi droplet," jelas Amesh Adalja, spesialis penyakit menular di Universitas John Hopkins.

Sebelumnya WHO menyebut aerosol hanya dihasilkan dari beberapa lewat tindakan medis saja. Tidak terjadi akibat berbicara, menyanyi, bersin, dan batuk.

Selasa, 07 Juli 2020

Komet Neowise Akan Terlihat Beberapa Kali Sepanjang Juli


komet NEOWISE (Near Earth Object Wide-Infrared Survey Explorer) dikabarkan akan menjadi salah satu fenomena langit yang bisa disaksikan pada bulan Juli 2020. Komet yang ditemukan oleh teleskop luar angkasa NEOWISE itu akan terlihat dari bumi beberapa kali.
Komet NEOWISE pertama kali ditemukan pada 27 Maret 2020 dan masuk katalog C/2020 F3. Kala itu, komet NEOWISE terletak 194 juta mil atau 312 juta kilometer dari matahari dan bersinar pada +17 sangat lemah, sekitar 25.000 kali lebih redup dari bintang paling samar yang bisa dilihat dengan mata telanjang.

Melansir Space, komet NEOWISE akan terlihat dari Bumi pada tanggal 5 atau 6 Juli pagi di timur laut. Sedangkan pada 11 Juli, komet akan mencapai ketinggian hampir 10 derajat.


Kemudian, selama 10 hari ke depan secara bertahap akan meluncur kembali ke arah cakrawala utara-timur laut, akhirnya menghilang dari visibilitas fajar.

Pemandangan komet yang jauh lebih baik akan terlihat di langit pada malam hari tanggal 12 Juli. Ketika itu, komet akan tampak rendah di langit barat laut. Pada 22 Juli, NEOWISE akan melakukan pendekatan terdekat ke Bumi, yang jaraknya 64 juta mil atau 103 juta km.

Pada 25 Juli, komet akan muncul 30 derajat naik dari cakrawala barat-barat laut saat kegelapan turun. Dan pada 30-31 Juli, komet itu akan melintas tepat di sebelah utara gugusan bintang Coma Berenices atau Berenice's Hair.

Melansir Erath Sky, komet NEOWISE agak sulit untuk dilihat selama awal bulan Juli karena bergerak saat fajar. Namun para ahli astrofotografi yang terampil menangkapnya dan menghasilkan beberapa foto yang luar biasa.

Untuk dapat menikmati keindahan komet itu, disarankan untuk menggunakan teleskop. Jika tidak ada, kamera dengan pixel yang tinggi bisa menjadi alternatif.

Pada awal Juli, laporan menunjukkan bahwa komet NEOWISE memiliki besaran visual antara 1 hingga 2, yakni angka yang lebih kecil menunjukkan objek yang lebih terang.

Namun, untuk komet dengan magnitudo 1 atau 2 tampak lebih redup daripada bintang dengan magnitudo yang sama karena cahaya komet didistribusikan ke area yang relatif luas, tidak terkonsentrasi dalam satu titik.

Komet NEOWISE dikabarkan telah terlihat dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Kosmonot Rusia Ivan Vagner mengatakan ekor komet terlihat jelas dari kubah laboratorium ruang angkasa.

Komet NEOWISE mungkin terlihat lagi dari Bumi sekitar tahun 8.786. Pad intinya, komet C/2020 F3 (NEOWISE) adalah objek teropong, meskipun beberapa pengamat berpengalaman melaporkan dapat melihatnya dengan mata telanjang.

Senin, 06 Juli 2020

Cara Aktifkan Fitur Hapus Data Otomatis Google


Google menyatakan telah menambahkan fitur hapus otomatis data pengguna setelah tiga bulan atau 18 bulan. Perusahaan itu menyebut penambahan fitur untuk menjaga privasi pengguna.
Tak semua aplikasi Google memiliki fitur untuk menghapus data pengguna setelah tiga bulan. Fitur hapus data pengguna otomatis itu hanya tersedia untuk layanan pencarian Google, Youtube, dan Google Maps saja.

Berikut langkah untuk mengaktifkan fitur hapus otomatis.

Cara aktifkan fitur hapus otomatis di Google Chrome:
1. Perbarui aplikasi Google dan pastikan jaringan internet menyala ketika menggunakan fitur tersebut.

2. Buka account.google.com lewat peramban atau aplikasi Google di ponsel.

3. Pada bar search atau pencarian ketik "Activity controls".

4. Selanjutnya, aktifkan Web & App Activity jika ingin menggunakan fitur baru Google tersebut.

5. Pilih fitur otomatis hapus data yang diinginkan pada bar "Auto-delete"

6. Pilih fitur hapus otomatis, apakah 3 bulan, 18 bulan atau menghapus data secara manual (don't auto delete).

Cara aktifkan fitur hapus otomatis di Google Maps:
1. Klik profil pada aplikasi atau tombol tumpuk tiga pada peramban.
2. Pilih Maps Activity.
3. Pilih opsi Auto-delete atau Hapus Otomatis.
4. Pilih fitur hapus otomatis, apakah 3 bulan, 18 bulan atau menghapus data secara manual (don't auto delete).

Cara aktifkan fitur hapus otomatis di Youtube:
1. Klik profil pengguna pada peramban atau aplikasi
2. Pilih "Your data in Youtube" atau "Data Anda di Youtube"
3. Pilih "Manage your Youtube Watch History" atau "Manage your Youtube Search History"
4. Pilih fitur otomatis hapus data yang diinginkan pada bar "Auto-delete"
5. Pilih fitur hapus otomatis, apakah 3 bulan, 18 bulan atau menghapus data secara manual (don't auto delete).

Sebelumnya, Google mengatakan fitur baru tersebut tidak tersedia di semua paltform. Pengguna pun perlu mengaktifkan sendiri fungsi hapus otomatis tersebut.

"Kami akan secara aktif mengingatkan Anda tentang adanya kontrol hapus otomatis melalui notifikasi di dalam produk serta melalui email, agar Anda dapat memilih setelan hapus otomatis yang sesuai," ujar Product Manager Google Greg Fair, Selasa (30/6).

Bagi pengguna yang tidak mengaktifkan fitur hapus otomatis, Google akan secara berkala mengingatkan untuk memilih setelan hapus otomatis. Fitr itu sengaja dihadirkan agar Google menyimpan lebih sedikit data pengguna secara default (pengaturan bawaan).

Khusus pengguna baru Youtube, Google mengatakan pihaknya menyediakan periode hapus otomatis sampai 36 bulan.

Google pun menyediakan dua opsi, apakah pengguna ingin menghapus data secara manual atau otomatis.

Minggu, 05 Juli 2020

Cara Pengendara Antisipasi Pesepeda yang Gowes Malam Hari


 Bersepeda lagi menjamur di berbagai kalangan masyarakat semasa pandemi Covid-19, aktivitas ini seakan tidak mengenal waktu bahkan kerap ditemui di berbagai sudut kota hingga malam hari. Pengendara mobil ataupun sepeda motor mesti bijak mengantisipasi hal ini.
Bersepeda pada malam hari memiliki risiko tersendiri sebab memungkinkan kehadirannya tidak kasatmata yang berpotensi pada kecelakaan lalu lintas.

Selain itu pesepeda juga dianggap bisa melakukan manuver mendadak yang kemungkinan sulit diantisipasi kendaraan lebih besar seperti sepeda motor dan mobil.


Pesepeda telah diimbau tidak menggunakan jalur lalu lintas namun memakai jalur seharusnya dan menggunakan perangkat keselamatan seperti lampu-lampu saat malam hari, namun bisa jadi tidak semua mematuhinya.

Praktisi keselamatan berkendara dari Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting Jusri Pulubuhu mengatakan atas pertimbangan itu itu pengendara kendaraan dituntut memaksimalkan penglihatannya. Dikatakan pengendara mesti terus konsentrasi melihat jauh ke depan dan membaca pergerakan berbagai objek.

"Pertama jangan panik, dan pengemudi harus punya pola yang bisa identifikasi bahaya dari jauh. Caranya bagaimana? Ya dengan memandang sejauh mata memandang dan mengerti juga apa yang dilihat," kata Jusri saat dihubungi, Sabtu (4/7).

Setelah melakukan pengamatan terhadap kondisi di depan, secara alamiah pengemudi dapat membaca gerakan objek di depan, termasuk pesepeda. Dengan begitu pengemudi memiliki celah untuk mengambil keputusan jika kondisi di depan berubah menjadi ancaman.

"Antisipasinya bisa dengan mengurangi kecepatan dan siap-siap menghindar, atau mendekat perlahan dan membiarkan pesepeda duluan misalnya mereka mau menyeberang," kata Jusri.

In this photo taken on Saturday, April 25, 2020, a woman rides a Madrid's electric bike hire service BiciMAD as the lockdown to combat the spread of coronavirus continues in downtown Madrid, Spain. As countries across the world seek to get their economies back on track after coronavirus lockdowns are over, some people are encouraging the use of bicycles as a way to avoid unsafe crowding on trains and buses. (AP Photo/Manu Fernandez)

Kata Jusri untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan, pengguna kendaraan juga harus menjaga jarak aman dan batas kecepatan. Kita juga tidak disarankan mengemudi beriringan dengan sepeda.

Jusri bilang jaga jarak membuat kita mempunyai ruang menghindar jika tiba-tiba pesepeda jatuh atau mendadak melakukan manuver.

"Dengan meningkatkan kemampuan antisipasi, dan selalu mempersiapkan ruang untuk menghindar. Ini meminamilkan peluang kecelakaan dengan pesepeda," ungkap Jusri.

Menurut Jusri lagi saat bertemu gerombolan pesepeda lakukan komunikasi dengan membunyikan klakson atau mengedipkan lampu untuk mencegah pergerakan mendadak pesepeda.

Sabtu, 04 Juli 2020

Kawasaki Ungkap Jadwal Inden Ninja ZX-25R


 Kawasaki Ninja ZX-25R mulai bisa dipesan pada 11 Juli, atau sehari usai jadwal peluncurannya secara virtual di Indonesia. Peminat serius bisa menyatakan komitmen pemesanan dengan menyerahkan uang tanda jadi sebesar Rp5 juta.
Pembukaan pemesanan dan besar uang tanda jadi itu disampaikan Kawasaki Motor Indonesia (KMI) melalui akun media sosialnya, Jumat (3/7).

"Pre order Ninja ZX25 sudah mau mulai guys," tulis Kawasaki dalam unggahannya.

KMI menjabarkan proses pemesanan, dikatakan tahap awal hanya berlangsung dua hari yakni tanggal 11 dan 12 Juli dengan kuota terbatas, sebanyak 100 unit per hari.

"Jumlah unit pre order khusus ini hanya 100 unit per hari, dengan total 200 unit," ucap Kawasaki.

Pemesanan terbatas tahap awal ini hanya berlangsung di dealer Kawasaki Jakarta, Jalan Abdul Muis.

"Jika kuota habis maka selanjutnya konsumen dapat melakukan pemesanan melalui dealer Kawasaki terdekat. Pre order ini juga hanya berlaku untuk pembeli ber-KTP Jabodebek dan Banten," ungkap Kawasaki.

Sistem pembayaran tanda jadi Rp5 juta disebut harus menggunakan metode cashless, melalui debit atau kartu kredit.

Kawasaki melanjutkan mekanisme antrean pre order akan diinformasikan pada tahap berikutnya. Sementara konsumen di luar Jabodetabek, mekanisme pre order dapat menghubungi langsung dealer di wilayah masing-masing.

"Info lebih lanjut soal pre order dan lama inden akan kami sampaikan nanti. Yang jelas pemesanan motor ini baru kami buka 11 Juli," kata Head Sales and Promotion Kawasaki Motor Indonesia (KMI) Michael C. Tanadhi saat dihubungi, Jumat

Kamis, 02 Juli 2020

Bioskop Tutup, Streaming Film akan Tumbuh Kala Pandemi


Bisnis layanan over the top (OTT) streaming film diprediksi akan meraup keuntungan seiring dengan perpanjangan masa penutupan bioskop demi mengurangi penyebaran virus corona SARS-CoV-2.

Memanfaatkan layanan OTT melambung bersamaan warga dunia terpaksa berdiam di rumah selama masa karantina akibat pandemi Covid-19.

"Industri video on demand mengalami kenaikan yang sangat signifikan pada saat pandemi. Ke depan bahkan saya rasa akan naik siginifikan seiring dengan masih diberlakukannya lockdown. Yang pasti saat pandemi ini merupakan periode yang menguntungkan bagi perusahaan video on demand," ujar Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Nailul Huda kepada CNNIndonesia.com, Rabu (1/7).

Forrester melaporkan layanan OTT seperti Netflix pada kuartal pertama 2020 melampaui jumlah pelanggan baru global sebesar 80 persen. Netflix dilaporkan mendulang 15,77 juta pelanggan baru berkat pandemi virus Covid-19 yang membuat semua orang beralih ke streaming dan mencetak rekor keuntungan perusahaan tersebut.

Kini, layanan streaming itu mengklaim telah memiliki 182,9 juta pelanggan secara global. Capaian itu naik 22,8 persen dari awal tahun.

Huda memprediksi layanan video streaming atau video on demand akan memiliki fitur live streaming sehingga penggunanya bisa menikmati hiburan konser, sirkus, atau pertunjukan drama musikal.

Di sisi lain, Huda mengatakan ada beberapa rintangan yang dihadapi oleh penyedia layanan video on demand. Salah satunya adalah kesesuaian konten dengan keinginan pasar yang sangat dinamis.

"Industri video on demand ini sangat bergantung dengan konsumen. Jadi video yang ditawarkan harus sesuai dengan keinginan konsumen," ujar Huda.

Huda mengambil contoh Hooq yang harus gulung tikar pada 30 April. Huda menjelaskan layanan streaming film itu melakukan kesalahan dalam membaca kebutuhan konsumen di Indonesia.

Huda mengatakan kesalahan ini terjadi ketika Hooq memperbanyak film produksi lokal. Padahal, konsumen Indonesia menuntut konten impor, terutama konten produksi Korea Selatan. Oleh karena itu, Hooq salah strategi dan tak membaca keinginan pasar di Indonesia.

"Hooq ini salah mengambil langkah dengan memperbanyak video lokal namun pangsa pasarnya meminta video impor, kebanyakan dari Korea Selatan. Maka Hooq tidak bisa bertahan akhirnya," ucap Huda.

Layanan streaming film 'geser' bioskop

Dihubungi terpisah, pengamat TIK dari ICT Institute, Heru Sutadi memprediksi kehadiran layanan OTT seperti Netflix hingga YoutTube akan mengubah lanskap bisnis industri film.

Aplikasi ini membuat penonton tak perlu lagi ke bioskop untuk menonton film terbaru. Dampak akan semakin terasa ketika dampak Covid-19 ini membuat orang semakin banyak menggunakan layanan video on demand.

Belum lagi mengingat hingga saat ini belum ada lampu hijau untuk membuka operasional bioskop. Selain itu, ada kekhawatiran tertular Covid-19 di bioskop.

"Lanskap bisnis menonton memang berubah sejak kehadiran YouTube dan kemudian Netflix. Dengan covid-19 ini perubahan makin besar dan ada pergeseran signifikan dari nonton di bioskop ke gadget," kata Heru.

Berdasarkan data JustWatch yang diterima CNNIndonesia.com, jumlah pengguna layanan streaming di Spanyol melonjak 138 persen dari perbandingan antara periode 9-10 Maret dan 16-17 Maret.

Dalam periode yang sama, pengguna layanan streaming di Prancis juga meningkat 82 persen, dan diikuti Italia dengan 71 persen.

Oleh karena itu, Heru mengingatkan layanan video on demand akan menjadi kompetitor bioskop di kala Covid-19 berakhir.

"Selama masa pandemi dan sesudahnya ini akan jadi pesaing utama bioskop jika kemudian dibuka lagi," kata Heru.

Di sisi lain, Heru menjelaskan bioskop tak akan punah sebab bioskop menawarkan film-film baru yang lebih cepat dibandingkan layanan video on demand. Selain itu, suasana bioskop juga akan membuat peminat tersendiri di tengah gempuran aplikasi video on demand.

"Meski bioskop tentu menawarkan sesuatu yang berbeda seperti suasana dan video serta sound system-nya. Kalau menurut saya, bioskop tetap akan banyak diminati meski permintaan terhadap Netflix dan YouTube makin kuat," ujar Heru.

Gempuran layanan video streaming begitu gencar terjadi secara global. Dilansir dari Forbes, tak hanya Netflix, layanan video streaming serupa asal Amerika Serikat, Disney+, juga meraup keuntungan. Layanan streaming yang meluncur 12 November 2019, mencapai 50 juta pelanggan hanya dalam waktu sekitar 5 bulan.

Padahal, Netflix membutuhkan waktu 7 tahun untuk mencapai jumlah pelanggan tersebut.

Layanan streaming film lain pun bermunculan di AS. Raksasa media AS, Fox, juga telah memulai layanan streaming Tubi setelah divestasi sahamnya di Hulu. Perusahaan dilaporkan menghabiskan US$440 juta untuk menutup celah dari Hulu yang dibeli oleh Disney.

Sementara NBCU, dalam waktu dekat akan meluncurkan layanan streaming, Peacock. NBCU bahkan membeli layanan streaming Vudu dari Walmart.