Minggu, 13 Desember 2020

Kiat Pilih Sarung Mobil buat yang Sering Parkir di Luar


Membungkus mobil dengan car cover atau biasa disebut sarung mobil bisa digunakan buat pemilik yang ingin perlindungan lebih dari air, debu, atau kotoran saat parkir. Meski begitu memilih sarung mobil tepat juga ada kiatnya, terutama soal kualitas bahan.
Selain buat melindungi dari yang sudah disebutkan, selimut mobil juga bisa dipakai misalnya untuk menjaga dari risiko lain misalnya invasi binatang seperti cakaran kucing. Sebab itu memilih sarung mobil juga perlu disesuaikan kebutuhan.

"Pastikan car cover yang dibeli memiliki kualitas prima sehingga mampu menjalankan tugasnya dengan baik untuk menjaga mobil dari berbagai material yang merusak, terutama di musim hujan seperti saat ini," jelas Ricky Martawijaya, Aftersales Division Head Auto2000 dalam keterangannya, dikutip Jumat (11/12).

Berikut rekomendasi buat pemilik untuk memilih sarung mobil:

Pastikan Ukuran

Sarung mobil mesti dipastikan sesuai dimensi mobil, pastikan jangan terlalu besar atau terlalu kecil. Bila terlalu besar bisa membuatnya tidak terpasang dengan baik hingga menyebabkan bagian bawah sarung tidak kencang.

Andai terlalu kecil perlindungan jadi tidak sempurna lantaran tidak semua bodi mobil tertutup.

Pilih Bahan yang Tepat

Buat kebutuhan mobil yang sering parkir di luar sebaiknya memilih bahan parasut atau polyester karena tahan air. Mesti dipahami sarung mobil jenis ini bisa menimbulkan embun atau bintik air pada lapisan bawah yang bersentuhan langsung dengan bodi jadi harus dijaga agar tetap kering dan bersih.

Jika lebih sering parkir mobil di dalam ruangan bisa pilih sarung mobil berbahan fabric untuk memperlancar sirkulasi udara dan menghindari kelembapan.

Pastikan Tidak Mudah Luntur

Hati-hati ketika memilih sarung mobil berwarna terang, terlebih berkualitas rendah yang bisa saja luntur dan berpotensi merusak cat bodi.

Pelajari Bahan

Sarung mobil dengan kualitas memadai tidak hanya terdiri dari satu lapisan. Di bagian luar terbuat dari bahan khusus yang berfungsi untuk melindungi mobil dari guyuran air hujan dan terik sinar matahari.

Sedangkan lapisan kedua terdapat rongga untuk sirkulasi udara guna mencegah pengembunan. Kemudian lapisan ketiga atau lapisan paling bawah akan melindungi bodi mobil. Bagian ini biasanya berbahan lembut supaya tidak mengakibatkan bodi mobil baret.

Sabtu, 12 Desember 2020

Perbedaan Yuan Digital China dan Bitcoin

China baru-baru ini resmi menerbitkan Yuan digital sebagai alat pembayaran yang sah yang sepintas mirip dengan Bitcoin.

Sebab, keduanya sama-sama menggunakan sistem blockchain. Namun, ada perbedaan jelas antara Yuan digital dengan Bitcoin, meski keduanya sama-sama tidak memiliki bentuk fisik.

Milik China

CEO Bitcoin Indonesia, Oscar Darmawan menjelaskan perbedaan mendasar antara kedua uang digital ini. Menurutnya, Yuan digital adalah mata uang milik negara China. Sementara Bitcoin tidak memiliki identitas negara.

"Yuan digital adalah mata uang yang diterbitkan negara China dan dipakai oleh rakyatnya untuk pembayaran di sana. Yuan digital sama dengan Yuan biasa.Sedangkan Bitcoin merupakancryptocurrencyatau mata uang yang tidak mengenal wilayah. Bitcoin tidak memiliki identitas negara," kata Oscar, Jumat (11/12).

Ia juga menjelaskan, Bitcoin diciptakan untuk menerobos batas wilayah, dan tidak dimiliki negara tertentu ataupun perseorangan.

"Bitcoin diciptakan untuk menerobos batas wilayah, melengkapi kekurangan mata uang negara konvensional selama ini," tuturnya.

Masih Perlu Dikonversi

Keunggulan Bitcoin adalah tidak perlu dikonversi ke mata uang tertentu untuk transaksi lintas batas negara. Sementara Yuan digital masih perlu dikonversi ke dalam mata uang negara yang akan akan melakukan transaksi.

Harga Bitcoin di seluruh dunia juga hampir sama dan pergerakan naik turunnya harga berlaku internasional.

"Salah satu fungsi Bitcoin adalah untuk transaksi lintas negara. Jadi transaksi yang melibatkan berbagai negara di dunia lebih mudah, sedangkan pengiriman Yuan digital ke negara lain tetap harus dikonversi ke Dollar atau ke negara mana uang tersebut dikirimkan," jelas Oscar.

Bukan Cryptocurrency

Oscar menegaskan, Yuan digital bukan cryptocurrency karena dikeluarkan oleh Bank Sentral China. Mata uang digital tersebut juga tidak termasuk sistem blockchain karena berlaku terpusat di China.

Sementara Bitcoin, tidak memiliki otoritas kepemilikan, dan tidak terpusat. Penggunaannya bisa berlaku di seluruh negara.

"Dengan sifat dasar ini sudah bisa dilihat perbedaannya. Sehingga Yuan digital dan Bitcoin memiliki fundamental dan utilitas yang berbeda," terangnya.

Bukan Alat Investasi

Selain itu, Oscar juga menjelaskan Yuan digital tidak bisa digunakan sebagai alat investasi seperti Bitcoin. Yuan digital hanya alat pembayaran biasa yang digunakan dalam satu negara, hanya saja berbentuk digital.

"Bitcoin lebih difungsikan orang untuk bertransaksi ke luar negeri, selain itu, juga untuk komoditas dan investasi. Sedangkan Yuan Digital ya alat pembayaran biasa, yang mana memang mayoritas bangsanya menggunakan mata uang tersebut," tuturnya.

Lebih lanjut, menurutnya kehadiran mata uang digital ini tidak akan mempengaruhi pasar Bitcoin di China. Kehadirannya justru semakin mendukung kemajuan transaksi secara daring di negeri Tirai Bambu tersebut.

"Kemungkinan, hadirnya Yuan digital tidak mempengaruhi terhadap pasar Bitcoin di China justru malah mendukung karena transaksi online jadi makin mudah, hal ini tidak berpengaruh secara langsung terhadap harga Bitcoin," pungkasnya.

Untuk diketahui, China telah melakukan persiapan uji coba Yuan digital selama satu tahun. Pengetesan awal mata uang digital nasional China ini sudah dilakukan sejak awal tahun ini.

Jika, uji coba berhasil, maka China akan jadi ekonomi terkuat di dunia yang menawarkan mata uang digital nasional. Yuan digital ini akan mengalahkan Euro versi digital milik Bank Sentral Eropa.

Dengan kehadiran Yuan digital, pemerintah China dapat mengetahui bagaimana, kapan, dan di mana orang-orang menghabiskan uangnya. Sebabnya, seluruh kegiatan transaksi menggunakan Yuan digital akan dicatat dalam buku digital.

Kamis, 10 Desember 2020

BATAN Ungkap Kendala RI Tiru Matahari Buatan China


Kepala Pusat Teknologi dan Keselamatan Reaktor Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Dhandang Purwadhi mengungkapkan kendala Indonesia dalam meniru penelitian Matahari buatan China yang memanfaatkan tenaga nuklir.
Menurut Dhandang, kendala pertama adalah masalah pendanaan. Sebabnya, dana yang dibutuhkan untuk melakukan riset reaktor fusi nuklir sangat besar. Diketahui, untuk melakukan riset reaktor fusi nuklir, yang dilakukan China menggunakan Tokamak menghabiskan sekitar US$ 22,5 miliar, atau setara dengan Rp310 triliun.

Sementara menurut pengakuan Dhandang, dana riset di BATAN per tahunnya tidak mencapai Rp1 triliun.

"Riset reaktor fusi membutuhkan dana yang sangat besar untuk pengadaan komponen berkualitas khusus serta SDM kompeten, untuk diketahui dana riset seluruh BATAN saat ini tidak mencapai Rp1 triliun per tahun

Disamping kendala dana, Indonesia juga dihadapkan dengan kendala lain, seperti ketersediaan SDM peneliti dan komponen untuk membuat fusi nuklir.

Untuk SDM sendiri, Dhandang menjelaskan Indonesia memiliki peneliti dengan kompetensi utama di bidang tenaga nuklir, namun masih dinilai kurang untuk melakukan riset penelitian reaktor fusi.

Hal itu menurut Dhandang, bisa teratasi dengan melakukan pendidikan dan pelatihan reaktor fusi. Selain itu, pihaknya juga bisa meminta Badan Tenaga Atom Internasional untuk mendongkrak level kompetensi peneliti di Indonesia.

"Strategi ini juga dilakukan oleh China, yang penting ada kemauan dan pendanaan, saya yakin [Indonesia] bisa," tuturnya.

Selain itu, kendala yang harus dihadapi Indonesia untuk membuat reaksi fusi yaitu ketersediaan komponennya yang harus didatangkan dari luar negeri karena belum tersedia di Indonesia.

Material seperti super konduktor, high grade grafit, dan konektor listrik-elektrik berkualitas tinggi belum mampu diproduksi dari dalam negeri. Bahkan China sendiri, kata Dhandang belum mampu memenuhi semua komponen tersebut.

"Indonesia bisa membangun reaktor fusi Tokamak, dengan catatan kita membutuhkan komponen dari luar negeri, material berkualitas tinggi harus diimpor termasuk instrumen pengukur, demikian pula halnya dengan China, tidak semua komponen dipenuhi dari dalam negeri," jelas Dhandang.

Reaktor fusi belum prioritas RI
Dhandang menjelaskan, BATAN tidak memiliki topik untuk mengembangkan atau meneliti reaktor fusi karena tidak ada dalam Prioritas Riset Nasional (PRN). Meski demikian, hal itu tidak menutup penelitian reaktor fusi oleh individu atau lembaga di Indonesia.

"Dalam Renstra terbaru BATAN tidak ada program yang mengarah ke litbang reaktor fusi, karena tidak ada topik dalam Prioritas Riset Nasional (PRN) kita. Tetapi mungkin saja ada mahasiswa postgraduate atau postdoctoral yang sedang belajar atau riset di luar negeri, mengerjakan riset terkait dengan reaktor fusi," ucapnya.

Penelitian Matahari Buatan dikembangkan oleh para peneliti China. Penelitian ini menggunakan Tokamak, alat yang dibuat untuk membuat reaksi fusi nuklir. Matahari buatan ini diklaim dapat menghasilkan energi tanpa batas.

Energi yang dihasilkan berasal dari reaksi fusi. Proses ini disebut-sebut aman dan ramah lingkungan karena tidak meninggalkan limbah radioaktif. Selain itu, unsur yang digunakan juga merupakan unsur ringan yakin deuterium dan trtitium.

Proyek fusi nuklir di China ini bekerja sama dengan Reaktor Termonuklir Internasional (ITER) Perancis. Rencananya, proyek ini akan dikomersialisasikan mulai 2050.

Rabu, 09 Desember 2020

Tak Hanya HP, Xiaomi juga Rilis Jam Tangan Pintar dan TV

Xiaomi meluncurkan dua jagoan baru, yakni Mi 10T dan Mi 10T Pro. Keduanya menawarkan pengalaman penggunaan premium namun tetap memiliki harga yang cukup terjangkau.

Selain kedua smartphone tersebut, Xiaomi juga meluncurkan tiga perangkat IoT baru untuk para penggemar teknologi. Kali ini, mereka memperkenalkan Mi Watch, Mi Watch Lite, dan 3 Mi TV baru dalam acara daring bertajuk "Technology for a Better Life" yang diadakan Selasa (8/10) malam.

Mi Watch dan Mi Watch Lite

Untuk Mi Watch dan Mi Watch Lite, Xiaomi menyasar pengguna yang ingin tetap terhubung dengan perangkat mereka, sambil memantau kesehatan serta tetap dapat tampil modis.

Kedua perangkat ini dapat memantau kondisi badan, mengukur aktivitas olahraga dari penggunanya, dan menyodorkan informasi penting dari fisik pengguna seperti denyut jantung, siklus tidur, dan tingkat stres.

Bagi Anda yang senang berenang atau berkegiatan di luar ruangan, kedua smartwatch ini juga tahan air hingga kedalaman 50 meter. Mi Watch memiliki 117 latihan olahraga yang bisa dimonitor dan disimpan datanya, sementara Mi Watch Lite bisa mengukur 11 jenis olahraga

Mi Watch dapat bertahan hingga 16 hari untuk penggunaan normal, sedangkan Mi Watch Lite dapat bertahan hingga 9 hari. Dan untuk pengisian daya, pengguna hanya perlu menunggu selama 2 jam hingga perangkat ini terisi penuh.

Layarnya mampu menampilkan warna yang mencolok dan tetap nyaman dilihat meski siang hari berkat panel AMOLED. Pengguna juga tak perlu khawatir tergores karena telah dilindungi oleh teknologi Corning Gorilla Glass 3.

Mi TV 4

Sedangkan untuk TV terbaru, Xiaomi memperkenalkan tiga Mi TV 4 yang memiliki desain layar bezel-less. Kali ini, pilihan ukuran layar yang dihadirkan adalah 32 inci, 43 inci, dan 55 inci.

Untuk Mi TV 4 Bezel-less 55 inci akan hadir dengan layar beresolusi 4K dan telah mendukung HDR10+. Mereka menggunakan panel berteknologi Quantum Dot LED untuk menampilkan warna yang lebih akurat, menonjol, dan cerah berkat sertifikasi Dolby Vision.

Ada juga 6 unit speaker dengan output 15W yang dilengkapi fitur Dolby Audio. Dan ada juga fitur Mi Quick Wake yang bisa menghidupkan TV hingga siap ditonton dalam waktu 5-8 detik saja, lebih cepat dari TV biasa yang membutuhkan waktu 30 detik.

Soal performa, TV ini akan menggunakan prosesor quad-core MTK 9611. Selain dapat mengakomodir gambar dengan baik, prosesor ini juga dapat menjalankan game dan beberapa aplikasi lainnya.

Mi TV 4 juga memiliki fitur-fitur unggulan seperti PatchWall untuk mendapatkan rekomendasi konten-konten terbaik sewaktu menggunakan TV. Pengguna masih akan dapat menggunakan remote intuitif yang terhubung melalui Bluetooth.

Harga Mi TV 4, Mi Watch dan Mi Watch Lite

Untuk harga, Mi TV 4 Bezel-less 55 inci akan dihargai Rp7,99 juta, tetapi untuk harga perkenalan akan dijual seharga Rp7,599 juta. Periode promo ini akan dilakukan pada 22 Desember.

Dan untuk Mi TV 43 inci serta Mi TV 33 inci akan dijual seharga Rp3,599 juta dan Rp2,499 juta dengan harga promo Rp2,399 juta. Kedua perangkat ini akan mulai dijual pada 15 Desember mendatang.

Mi Watch dan Mi Watch Lite sendiri akan dihargai Rp1,599 juta (harga promo Rp1,499 juta) dan Rp899 ribu (harga promo Rp799 ribu). Mi Watch Lite akan dijual pada 15 Desember dan Mi Watch akan dijual pada 22 Desember.

Selasa, 08 Desember 2020

Perluas Pasar, Importir Tesla Gandeng Renault Indonesia


Importir umum (IU) Prestige Motorcars yang dikenal sebagai pengimpor merek mobil listrik Tesla di Indonesia mengumumkan berkolaborasi dengan Maxindo Renault Indonesia (MRI), selaku distributor mobil-mobil Renault.
Persetujuan kolaborasi sudah dilakukan kedua belah pihak beberapa waktu lalu, sedangkan bentuk realisasi kerja sama terwujud melalui pembelian sebagian kepemilikan saham MRI pada Kamis (3/12). Tak disebutkan jumlah saham MRI yang diakuisisi Prestige Motorcars.

Kolaborasi diharapkan dapat memperluas jangkauan Prestige untuk menggarap pasar yang lebih besar khususnya segmen mobil penumpang di Indonesia. Selama ini diketahui Prestige hanya menjual mobil premium seperti Tesla, Ferrari, Lamborghini, hingga Mc Laren.

Dikatakan Andrew Limbert selaku Chief Executive Officer MRI, aliansi merumuskan beberapa perubahan strategi dalam bisnis Renault.

Misalnya akan fokus terhadap varian mobil listrik Renault di Indonesia, peningkatan 3S, dan platform Renault Used Car. Kemudian menargetkan peningkatan penjualan di pangsa pasar kelas menengah dan milenial, serta meningkatkan Customer Experience dan mutu After sales.

Peningkatan lain yang ditargetkan yakni jumlah dealer dari 19 outlet tahun ini menjadi 35 dealer 2021. Ditargetkan juga ada peningkatan traffic digital dengan melakukan penjualan secara online.

"Saya berharap dengan bergabungnya Prestige Motorcars di dalam MRI mampu menambahkan pengalaman dan warna yang berbeda kepada masyarakat Indonesia dalam memilih mobil idamannya, baik untuk personal maupun untuk keluarga," kata Andrew.

Presiden Direktur Prestige Motorcars Rudy Salim optimistis dengan kolaborasi tersebut.

"Dengan reputasi kami yang baik di dunia otomotif di Indonesia, saya yakin aliansi strategis ini akan menghasilkan keuntungan untuk Renault di Indonesia. Ke depannya kami akan melakukan penetrasi secara masif di pasar Indonesia, engage dengan kelas menengah dan milenial, serta memberikan experience selayaknya konsumen luxury premium car. Kami juga akan sangat serius menggarap pasar mobil listrik Renault di Indonesia," ucap Rudy dalam keterangan resmi dikutip, Senin (7/11).

Senin, 07 Desember 2020

Matahari Buatan China Berenergi Nuklir Berhasil Menyala


China berhasil menyalakan Matahari buatan yang memanfaatkan kekuatan tenaga nuklir. Matahari artifisial itu diklaim dapat menghasilkan energi tanpa batas.
Matahari bernama HL-2M Tokamak ini adalah penelitian eksperimen nuklir terbesar dan tercanggih di dunia. Peneliti mengklaim reaktor tersebut dapat membuka sumber energi bersih yang kuat dan ramah lingkungan.

Cara ini diklaim akan menciptakan energi yang lebih bersih dan lebih aman daripada reaktor nuklir biasa.

Matahari bereaktor nuklir ini menggunakan medan magnet untuk memadukan plasma panas dan dapat mencapai suhu lebih dari 150 juta derajat Celcius. Suhu itu 10 kali lebih panas dibandingkan inti Matahari.

Terletak di provinsi Sichuan barat daya dan selesai akhir tahun lalu, reaktor ini sering disebut "matahari buatan" karena panas dan tenaga yang dihasilkannya sangat besar.

"Pengembangan energi fusi nuklir tidak hanya sebagai cara untuk menyelesaikan kebutuhan energi strategis China, tetapi juga memiliki signifikansi besar untuk pengembangan energi dan ekonomi nasional China yang berkelanjutan di masa depan," kata People's Daily.

Ilmuwan China telah bekerja mengembangkan versi yang lebih kecil dari reaktor fusi nuklir sejak 2006. Mereka berencana menggunakan perangkat tersebut bekerja sama dengan para ilmuwan yang mengerjakan Reaktor Eksperimental Termonuklir Internasional.

Proyek tersebut merupakan proyek penelitian fusi nuklir nuklir terbesar di dunia yang berbasis di Prancis. Proyek harapkan selesai pada tahun 2025.

Fusi dianggap sebagai Cawan Suci energi yang merupakan kekuatan Matahari Ia menggabungkan inti atom untuk menciptakan energi dalam jumlah besar.

Dilansir dari Phys, fusi kebalikan dari proses fisi yang digunakan dalam senjata atom dan pembangkit listrik tenaga nuklir. Fisi justru memecah atom menjadi beberapa bagian.

Dilansir dari Times of India, tidak seperti fisi, fusi tidak menghasilkan limbah radioaktif, dan mengurangi risiko kecelakaan atau pencurian bahan atom.

Minggu, 06 Desember 2020

Alasan Ponsel Harus Dimatikan saat Pesawat Take off

Sangat penting untuk mematikan ponsel atau perangkat lain saat bepergian dengan pesawat untuk menghindari gelombang radio yang berisiko bagi teknologi avionik pesawat.

Itulah salah satu alasan para pelancong diminta untuk mematikan perangkat elektronik sebelum pesawat lepas landas (take off).

Ada beberapa alasan mengapa begitu penting menonaktifkan perangkat listrik saat bepergian dengan pesawat.

Dilansir Sky Scanner, disadari atau tidak, perangkat elektronik memancarkan gelombang radio yang dapat mempengaruhi suasana di sekitar dalam pesawat. Artinya, smartphone Anda akan mengganggu komponen elektronik yang sensitif di kokpit pesawat.

Avionik sebuah pesawat membutuhkan informasi yang paling akurat untuk menavigasi dan menjaga agar semua bagian pesawat bekerja secara harmonis.

Ketika sinyal terganggu, komponen avionik mengubah pembacaan dan memicu sistem melakukan penyesuaian yang tidak perlu.

Meskipun belum ada studi dan bukti yang kuat untuk membuktikan bahwa sejumlah besar gelombang radio yang tidak dapat diprediksi menimbulkan risiko kerusakan peralatan, namun secara teori hal itu sangat mungkin terjadi.

Faktanya, terdapat surplus bukti anekdotal yang menunjukkan bahwa gelombang radio dapat menyebabkan masalah keselamatan selama penerbangan.

Prosedur keamanan terbaik untuk diikuti

Saat kita berada di dalam pesawat, yang terbaik bukan hanya mematikan semua perangkat elektronik tetapi juga memastikan bahwa ponsel dalam mode pesawat, seperti dikutip Travel and Leisure.

Dalam mode ini, WiFi dinonaktifkan dan sinyal seluler akan dibolokir selama penerbangan berlangsung. Salah satu manfaat mengaktifkan mode pesawat dapat membantu kita menghemat masa pakai baterai yang sangat dibutuhkan ketika perjalanan berlangsung lama.

Meskipun harus lama menunggu, mematikan perangkat elektronik dan mengaktifkan mode ini akan mencegah sinyal GPS dan teknologi nirkabel yang dapat menyebabkan masalah kompleks pada kokpit.