
ONEBET TECHJakarta - Laporan market share pasar ponsel Indonesia sepanjang Q3 2019 yang dirilis IDC menempatkan Xiaomi di peringkat kelima. Merosot tajam dari dari posisi kedua pada Q3 2018.
Menanggapi itu, bos Xiaomi Indonesia Alvin Tse mengatakan setiap lembaga riset, baik itu IDC, Canalys, Counterpoint maupun GfK punya angka sendiri-sendiri. Pihaknya menghargai metodologi yang digunakan masing-masing.
Dalam menyikapi semua laporan. Alvin tidak melihat pada posisi yang
ditempati Xiaomi. Paling penting baginya adalah apa yang menjadi
kelemahan dan kekuatan Xiaomi untuk dijadikan panduan ke depan.Agen Domino99 Terpercaya
"Saya bicara pada tim, mana yang jadi kelemahan Xiaomi Indonesia, mana
yang jadi kekuatannya. Kami introspeksi untuk melakukan perbaikan. Jadi
bisa ditambal dan diperbaiki," ujar Alvin saat ditemui di Jakarta.
Salah
satu poin yang dilihatnya sebagai kelemahan saat ini adalah sisi
offline. Di bawah kepemimpinannya, Alvin akan melakukan sejumlah
perubahan dan perbaikan.
Dia berencana akan menambah lebih banyak lagi toko offline di Tanah Air.
Saat ini mereka baru ada 51 Mi Store yang tersebar di sejumlah wilayah
di Indonesia. Kebanyakaan lokasi Mi Store berada di pusat perbelanjaan
strategis.
Agar lebih menjangkau lebih luas lagi, rencananya
Xiaomi Indonesia akan membuka Mi Authorized Store tahun depan. Toko ini
punya perbedaan dari Mi Store yang sudah ada.
"Mi Store
dijalankan Xiaomi, sementara Mi Authorized Store akan dioperasikan
partner. Mi Store berada di pusat perbelanjaan, sedangkan Mi Authorized
Store nanti seperti toko ponsel yang kerap ditemukan di jalan-jalan,"
jelas pria berusia 30 tahun itu.
Ditekankannya dalam membuka Mi Authorized Store, Xiaomi memastikan akan
bekerja sama dengan partner yang benar-benar memenuhi standar kualitas
dan layanan mereka. Sehingga pengalaman yang didapat konsumen tidak
berbeda dari Mi Store.
"Jadi Mi Fans punya banyak pilihan untuk
mendapatkan produk Xiaomi, ada Mi Store di mal, Mi Authorized Store di
luar mal, Mi.com dan partner online. Dan kesemuanya menghadirkan
pengalaman berbelanja yang sama," pungkas Alvin.
Untuk diketahui dalam laporan IDC terbaru, Xiaomi berada di posisi
kelima dengan market share 12,5%. Mereka tersalip pemain baru Realme
yang berada di posisi empat dengan pangsa pasar 12,6%.
Pada Q3
2018, Xiaomi menduduki posisi kedua dengan pangsa pasar 24%, artinya ada
penurunan yang cukup signifikan. IDC melihat penyebabnya dikarenakan
produk black market yang membanjiri pasar sehingga mempengaruhi
penjualan ponsel resmi Xiaomi.

Tidak ada komentar:
Write komentar