Minggu, 23 Februari 2020

Pasukan Khusus AS Cari Teroris Pakai 'Ilmu Santet'

Pasukan Khusus AS saat operasi militer di malam hari.
OneTekno -  Pasukan khusus Amerika Serikat (AS) mencari teroris pakai ilmu santet. Ilmu santet di sini bukan menggunakan makhluk gaib, melainkan teknologi yang bisa tahu lokasi teroris hanya dari detak jantung.
Saat ini, Pusat Komando Operasi Khusus AS atau United States Special Operations Command (USSOCOM) sedang menguji senjata laser yang mampu mendeteksi keberadaan teroris di tengah kerumunan orang dengan cara memindai detak jantung mereka.

Senjata laser bernama Jetson ini mampu mengidentifikasi target dari jarak ratusan meter dengan membaca getaran kecil yang dilepaskan dari jantung.
teknologi yang dikembangkan oleh Departemen Pertahanan atau Pentagon ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi teroris sebelum menyerang mereka dengan serangan drone maupun sniper.
Pasukan Khusus AS.
"Saya tidak mengatakan bahwa Anda bisa melakukannya dari luar angkasa. Tetapi jangkauan yang lebih panjang seharusnya memungkinkan. Artinya, Laser Jetson akan diperuntukkan bagi seluruh anggota pasukan khusus. Saat ini prototipe Laser Jetson mampu bekerja pada jarak hingga 650 kaki atau 200 meter," kata Steward Remaly, kepala divisi Teknis Pemberantasan Terorisme Pentagon.
Ia melanjutkan Proyek Laser Jetson telah dikembangkan selama beberapa tahun dengan memanfaatkan informasi berupa sidik jari dan detak jantung yang unik dari setiap individu manusia. Jetson bekerja melalui pancaran inframerah tidak terlihat yang ditembakkan ke target, untuk mendeteksi getaran dari jantung target.

Tidak ada komentar:
Write komentar