Minggu, 19 Juli 2020

Peretas Akun Twitter Bill Gates Dikabarkan Kelompok Anak Muda


Pelaku yang terlibat dalam peretasan akun Twitter sejumlah tokoh besar dikabarkan tidak memiliki hubungan dengan negara atau kelompok kejahatan yang terorganisir.
Dalam laporan Times diperoleh informasi bahwa peretasan berawal dari obrolan antar peretas di platform Discord, sebuah layanan obrolan pemain gim.

Melansir AFP, Times berhasil mewawancara empat orang yang terlibat dalam peretasan. Dalam kesempatan itu, peretas juga berbagi log dan potongan gambar tentang apa yang terjadi.

"Wawancara menunjukkan bahwa serangan itu bukan hasil kerja satu negara seperti Rusia atau kelompok peretas yang canggih," kata laporan Times.

Dalam laporan diketahui bawah peretas merupakan sekelompok anak muda. Bahkan, salah satu dari mereka masih tinggal bersama ibunya.

Kepada Times, para anak muda itu mengaku seorang pengguna platform Discord misterius yang menggunakan nama "Kirk" memprakarsai rencana peretasan. Kirk disebut mengirim sebuah pesan dan mengaku orang yang memiliki akses ke akun Twitter.

Para anak muda itu juga mengaku berhenti mengikuti komando Kirk setelah mengetahui bahwa target peretasan adalah para tokoh besar.

Peretasan besar-besaran terhadap akun sosok ternama terjadi beberapa hari lalu, misalnya pemilik SpaceX Elon Musk, pendiri Microsoft Bill Gates, hingga mantan Wapres Amerika Serikat Joe Biden.

Peristiwa itu pun telah menimbulkan pertanyaan tentang keamanan Twitter yang selama ini berfungsi sebagai corong bagi para politisi berkampanye menjelang pemilu AS pada bulan November 2020.

"Berdasarkan apa yang kami ketahui saat ini, kami percaya sekitar 130 akun menjadi sasaran para penyerang sebagai bagian dari insiden itu. Untuk sebagian kecil dari akun ini, para peretas bisa mendapatkan kendali atas akun tersebut dan kemudian mengirim Tweet dari akun itu," kata Twitter dalam sebuah tweet.

Dalam aksinya, peretas mencoba menipu orang untuk mengirim bitcoin mata uang virtual lewat akun resmi Apple, Uber, Kanye West, Bill Gates, Barack Obama dan yang lain.

Peretas mengirim pesan bahwa semua orang punya waktu 30 menit untuk mengirim Bitcoin senilai US$1.000 dan menjanjikan mereka akan menerima dua kali lipat sebagai balasannya.

Sabtu, 18 Juli 2020

Realme: Pengisi Baterai Cepat UltraDART Akan Masuk Indonesia


Marketing Director Realme Indonesia Palson Yi menyatakan pengisi daya UltraDART 125 Watt akan segera dijual di Indonesia dalam waktu dekat. Palson mengatakan pihaknya akan segera melaporkan kepada konsumen jika produk fast charging tersebut sudah siap dijual di Indonesia.
"Realme sesegera mungkin akan memasukkan teknologi UltraDART ini ke Indonesia," ujar Palson dalam diskusi virtual, Jumat (17/7).

Palson membantah UltraDART merupakan hasil rebranding dari produk pengisi data SuperVOOC buatan Oppo. Namun, dia tidak mengelak bahwa pihaknya menjalin kerja sama dengan Oppo dalam membuat UltraDART.

Sebab, dia mengatakan perusahaan ponsel asal China itu juga membuat beberapa perbedaan, misalnya UltraDART dalam mengisi baterai 4.000 mAh sebanyak 33 persen dalam 3 menit.

"Jadi Realmi sharing teknologi, di mana sharing teknologi di sini hanya teknologi terbaiknya dari Oppo untuk diimplementasikan ke Realme," ujarnya.

Di sisi lain, Palson mengatakan UltraDART kemungkinan besar akan diproduksi di Indonesia. Sebab, dia mengaku memiliki banyak pabrik di Indonesia.

"Kami punya banyak pabrik di Indonesia. Jadi, jika kita bicara produksi massal, itu pasti akan diproduksi di Indonesia," ujar Palson.

Sebelumnya, Realme resmi meluncurkan perangkat pengisi daya cepat (fast charging) 125 Watt bernama UltraDART. Peluncuran itu dilakukan sehari setelah Oppo meluncurkan SuperVOOC, pengisi daya yang juga berkekuatan 125W.

Untuk mencapai pengisian daya cepat, UltraDART diklaim menggunakan pengisian tiga arah. Selain itu, pengisi daya cepat itu juga menurunkan tegangan (voltase) dan memperbesar nilai ampere.

Jumat, 17 Juli 2020

Seperti Oppo, Realme Ikut Bikin Pengisi Daya 125W


Realme resmi meluncurkan perangkat pengisi daya cepat (fast charging) 125 Watt bernama UltraDART.
Peluncuruan itu dilakukan sehari setelah Oppo meluncurkan SuperVOOC, pengisi daya yang juga berkekuatan 125W.

Realme mengklaim UltraDART dapat mengisi baterai berkapasitas 4.000 mAh dari 0 ke 33 persen hanya dalam tiga menit.


Selain pengisi daya 125W, Realme juga meluncurkan dua pengisi daya dengan ukuran lebih tipis dan punya daya lebih kecil, SuperDart 50W dan 65W.

Untuk mencapai pengisian daya cepat, Realme menggunakan pengisian tiga arah. Selain teknologi pengisian tiga arah, pengisi daya cepat ini juga menurunkan tegangan (voltase) dan memperbesar nilai ampere.

Penurunan voltase efektif mengurangi pembuangan panas.SuperDart 50W dan 65W ini dirancang untuk mengakomodir pengguna ponsel yang menginginkan pengisi daya yang ringan.

Melansir GSM Arena, teknologi UltraDART mendukung beberapa protokol, termasuk PPS 125W, PD 65W, dan QC 36W. Selain itu, perangkat itu juga diklaim kompatibel dengan standar Dart sebelumnya, termasuk variasi VOOC dan Warp Charge.

Pengisian daya yang sangat cepat umumnya menghasilkan panas. Jika tidak dikendalikan, panas ini bisa membuat baterai ponsel meledak. Sehingga, teknologi pengisian cepat selalu memperhitungkan terjadinya panas.

Melansir GizmoChina, teknologi pengisian cepat Realme, sistem pengisian baru itu diketahui mengadopsi struktur flip-chip yang memperpendek jalur antara port Type-C dan mengurangi sumber panas.

Perangkat itu juga mengadopsi pelat perendaman VC ultra-tipis dengan efisiensi konduksi panas tinggi untuk cepat menyerap dan menyebarkan energi panas selama bekerja.

Realme juga mengatakan penggabungan sistem gel konduktif termal dan lembaran grafit multi-layer area luas membuat suhu rata-rata selama proses pengisian tidak akan melebihi 40 derajat celsius.

Namun, pengembangan pengisi daya cepat Realme diduga tak lepas dari kemungkinan UltraDART diproduksi dengan bagian litbang dan pabrik Oppo, serta OnePlus.

Rabu, 15 Juli 2020

Menakar Gerilya Pindad Asah Runcing Taring Maung


Perusahaan pelat merah Pindad punya mimpi bertransformasi seperti Jeep, Land Rover, atau produsen Humvee, AM General, yang sukses memproduksi kendaraan sipil dari platform produk militer.
Buat mewujudkan itu Pindad telah merancang kendaraan taktis (rantis) jenis baru mirip SUV bernama Maung. Prototipe Maung mendadak populer belakangan karena sempat dijajal Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Nama Maung, yang berarti harimau dalam bahasa sunda, diberikan Prabowo. Pindad memang kerap menyerahkan penamaan kendaraan kepada pejabat tinggi negara, rantis sebelum Maung, Komodo, dinamakan oleh Presiden Susilo Bambanng Yudhoyono pada 2012.


Maung merupakan rantis lebih ringkas ketimbang Komodo yang dirancang untuk pertempuran jarak dekat. Kabinnya yang dilindungi dinding antipeluru mampu mengangkut empat penumpang.

Maung juga didukung kemampuan persenjataan kaliber 7,62 dan konsol senapan serbu SS2-V4 yang juga dibuat Pindad.

Prabowo senang dengan Maung. Selain memberinya nama, pesaing Presiden Joko Widodo saat Pemilihan Presiden tahun lalu ini juga diketahui telah memesan 500 unit Maung yang dijual Rp600 jutaan sebagai alat pertahanan negara.

Pesanan itu merupakan pernyataan dukungan buat Pindad sebagai salah satu produsen produk militer di dalam negeri. Langkah Prabowo juga sejalan dengan keinginan Jokowi yang mau Kementerian Pertahanan belanja alutsista buatan lokal untuk menggairahkan perekonomian di tengah pandemi Covid-19.

"Di Kemenhan, bisa saja beli di Dirgantara Indonesia (DI), beli di Pindad, beli di PAL, yang bayar di sini ya yang cash, cash, cash APBN. Beli produk dalam negeri, saya kira Pak Menhan juga lebih tahu mengenai ini," ujar Jokowi, pada Kamis (9/7).

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio menilai apa yang disampaikan Jokowi dan tindakan Prabowo mendekat ke Pindad sudah tepat karena dapat mendukung industri lokal menggeliat.

Namun kata Agus pemerintahan Indonesia harus memberi perhatian lebih pada industri dengan misalnya menelurkan kebijakan melarang belanja anggaran pertahanan ke luar negeri jika terdapat produsen di Indonesia yang mampu.

Anggaran Kemenhan pada 2020 diketahui mencapai Rp117,9 triliun, itu lebih tinggi dibanding kementerian atau institusi negara yang lain. Misalnya anggaran Polri sebesar Rp92,6 triliun, Kementerian Sosial Rp104,4 triliun, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Rp70,7 triliun, dan Kementerian Perhubungan Rp32,7 triliun.

Selain soal kebijakan, Agus juga berpendapat industri produk militer lokal seperti produk rantis mampu berkembang jika memiliki pembeli konsisten artinya punya jaminan pasar.

Produsen militer seperti Pindad juga diimbau bukan hanya menunggu, tetapi mesti berpikir 'liar'. Maksudnya, kata Agus, mereka juga harus mengembangkan kompetensi dan kemampuan agar kendaraan-kendaraan yang dihasilkan sesuai kebutuhan misalnya untuk TNI atau Polri.

"Kan pasarnya mereka, jadi harus dikembangkan sesuai dengan apa yang diinginkan mereka jadi bisa terus berproduksi," ungkap Agus.

Kendala mesin impor
Menjadi produsen rantis di negara sendiri, diakui Direktur Utama Pindad Abraham Mose, bukan perkara mudah. Perusahaan perlu menerapkan sejumlah strategi agar produk yang dihasilkan setara kualitas internasional, sesuai permintaan pemesan, namun tetap mempertahankan konten lokal.

Abraham mengatakan sejauh ini perusahaan selalu menerapkan hal tersebut sehingga desain, material, dan komponen diupayakan selalu berasal dari Indonesia.

Hanya saja, Pindad memiliki kekurangan lantaran belum dapat memproduksi mesin sendiri. Pindad masih mendatangkan mesin secara utuh dari luar negeri untuk kendaraan yang dihasilkan seperti produk tank menggunakan mesin Caterpillar, Komodo 4x4 series memakai produk Hino dan Renault, hingga rantis Maung yang tersemat mesin Toyota Hilux.

Sejauh ini klaim Tingkat Kandungan Lokal Dalam Negeri (TKDN) kendaraan Pindad mendekati 58 persen. Pindad punya rencana jangka panjang mendirikan pabrik mesin sendiri di Indonesia buat meningkatkan itu.

"Jadi goal-nya itu kesana," kata Abraham.

"Kami baru mendekati 58 persen. Sisanya itu belum bisa karena kami akui masih impor mesin secara utuh. Nilai mesin buat TKDN kan besar sekali bisa sampai 40-an persen," kata Abraham.

Prabowo juga dikatakan Abraham punya andil mendorong Pindad menggunakan mesin yang dibuat di Indonesia.

"Jadi ada satu sisi yang disampaikan Pak Menhan ke saya, bangun industri engine di Indonesia. Ini kami lagi hitung untuk pesanan dalam jumlah banyak, ya sudah harus gunakan engine produksi Indonesia," ucap Abraham.

Minta dukungan asing
Pindad punya strategi rencana bekerja sama dengan produsen asing untuk memproduksi mesin di dalam negeri. Abraham menjelaskan sudah membidik merek Jepang misalnya Hino, Isuzu, Toyota, sampai produsen asal India, Tata.

"Nah sekarang kami sedang lihat mau kerjasama dengan vendor teknologi. Dengan begitu tentu nanti kami bisa lebih kompetitif toh dari segi harga misalnya," ucap Abraham.

Menggandeng produsen asing dikatakan tidak akan mudah sebab mereka dianggap punya tujuan dan kepentingan bisnis tersendiri.

"Saya ambil contoh Toyota, mereka punya pasar besar di Indonesia. Apakah mau mereka bikin industri engine di Indonesia. Jadi saya pikir kebijakan Indonesia juga harus bantu supaya nanti Indonesia punya pabrik engine. Itu harus biar tidak impor lagi," kata Abraham.

Upaya keras Abraham meningkatkan kandungan lokal memandang industri kendaraan militer, terutama rantis, cukup menjanjikan. Menurut dia kebutuhan kendaraan militer hanya dari permintaan dalam negeri mencapai mendekati 1.000 unit per tahun.

"Contoh alat angkut prajurit 1.000 unit, kendaraan tempur 4x4 600 unit, terus ada lagi 3.000 unit. Itu untuk lima tahun. Berarti hampir 1.000 unit per tahun. Tapi kalau pesanan berkelanjutan kan bagus. Dan ekspor kami juga ada, tapi masih sedikit," kata Abraham.

Jeep, Land Rover, dan AM General
Menurut Abraham, Maung telah dipersiapkan menjadi kendaraan lebih 'jinak' kemudian dijual ke masyarakat luas. Pindad berencana menjual Maung versi sipil dengan harga setara model SUV seperti Toyota Fortuner atau Mitsubishi Pajero Sport, yakni di kisaran Rp400 juta - Rp500 juta.

Abraham bilang produksi Maung akan dilakukan pada Oktober untuk memenuhi kebutuhan pesanan Kemenhan lebih dulu. Setelah itu pihaknya diizinkan menjual Maung ke pasar retail.

Jika Pindad kesampaian menjual Maung ke pasar ritel, itu menjadikannya produsen produk militer pertama di Indonesia yang pernah melakukannya. Status Pindad itu bakal serupa Jeep, Land Rover, atau AM General, produsen Humvee.

Agus menilai Pindad seharusnya memikirkan matang rencana itu. Menurut Agus Pindad lebih baik fokus dulu mengembangkan diri untuk memenuhi kebutuhan pertahanan negara.

"Kalau bisa ya kenapa enggak. Tapi saya selalu berpikir fokus dulu karena kita ini harus memperkuat TNI-Polri. Terus bikin deh RnD, itu dulu. Kecuali orangnya banyak dan modal ada. Terus kalau itu mau dipasarin di Indonesia kan belum tentu orang mau beli. Kalau pasarin di luar negeri ya sangat tidak mudah," ungkap Agus.

Salaman, bukan lawan
Abraham menjelaskan salah satu strategi Pindad menjual Maung versi sipil yakni memisahkan diri dari persaingan merek yang sudah punya pondasi kuat di Tanah Air. Caranya yaitu menjadikan salah satu dari mereka sebagai rekanan.

"Ya itu bagi saya kami harus bicara ini benteng di depan tidak gampang. Karena Jepang punya kepentingan besar, belum lagi Korea. Sementara kalau kami bangun sendiri otomatis bersaing dengan mereka," kata Abraham.

"Maka saya pikir pokoknya itu tidak kita head to head, tapi kami lakukan strategi partnership. Kami ajak masuk untuk membangun engine Indonesia dengan Jepang, Eropa, dan lainnya. Strategi partnership paling penting," ujar Abraham kemudian.

Abraham juga bilang jika menjadi rekan bisnis, kedua pihak bakal saling menguntungkan.

"Kalau berteman mereka untung dan win win solution, kami bisa saling membantu. Karena pertama kami ya belum punya, dan pasar yang kuasai mereka, mau tidak mau konsep strategi partnership bukan bersaing," kata Abraham.

Selasa, 14 Juli 2020

Tampak pada Juli di RI, Komet Neowise Kembali Tahun 8.786


Komet Neowise (Near Earth Object Wide-Infrared Survey Explorer) disebut para pengamat akan terlihat beberapa kali sepanjang Juli 2020.
Fenomena komet Neowise sangat langka. Sebab penduduk bumi diprediksi akan kembali melihat Neowise sekitar tahun 8.786.

Komet Neowise pertama kali ditemukan pada 27 Maret 2020 oleh teleskop luar angkasa NASA. Kosmonot Rusia Ivan Vagner mengatakan ekor komet terlihat jelas dari kubah laboratorium ruang angkasa.

Komet mulai terlihat dari Bumi pada 5 atau 6 Juli pagi di timur laut. Sedangkan pada 11 Juli, komet akan mencapai ketinggian hampir 10 derajat.

Kemudian, selama 10 hari setelah 11 Juli, komet bertahap akan meluncur kembali ke arah cakrawala utara-timur laut, akhirnya menghilang dari visibilitas fajar.

Pemandangan komet yang jauh lebih baik akan terlihat di langit pada malam hari, 12 Juli. Ketika itu, komet akan tampak rendah di langit barat laut.

Pada 22 Juli, NEOWISE akan melakukan pendekatan terdekat ke Bumi, yang jaraknya 64 juta mil atau 103 juta km.

Pada 25 Juli, komet akan muncul 30 derajat naik dari cakrawala barat-barat laut saat kegelapan turun. Dan pada 30-31 Juli, komet itu akan melintas tepat di sebelah utara gugusan bintang Coma Berenices atau Berenice's Hair.

Komet bisa diamati dari Indonesia

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengonfirmasi masyarakat Indonesia bisa mengamati komet Neowise setelah tanggal 12 Juli.

Senin, 13 Juli 2020

Ahli Beberkan Misteri Hobbit Asal Flores, Homo Floresiensis


Hobbit yang memiliki tubuh mini mengemuka berkat film 'The Lord of The Rings' adaptasi novel fiksi karya J.R.R. Tolkien.
Di situ digambarkan tokoh-tokoh hobbit seperti Frodo Baggins juga Sam Gamgee memiliki tubuh pendek, jauh di bawah manusia umumnya. Namun sepertinya keberadaan hobbit bukan sekadar kisah rekaan Tolkien.

Homo Floresiensis punya tubuh mini serupa Hobbit ditemukan di Flores. Temuan kerangka dengan tubuh mini ini terjadi pada 2001 oleh sejumlah pakar antropolog Australia dan Indonesia. Mereka lantas menjuluki kerangka manusia purba ini sebagai hobbit.

Jatmiko, peneliti utama Pusat Penelitian Arkeologi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang saat itu turut dalam riset berkata satu kerangka yang terbilang utuh ditemukan di kedalaman hampir 6 meter di situs Liang Bua, Flores.

Kerangka ini menarik lantaran bagian kepala cuma sebesar jeruk Bali. Volume otak, lanjut dia, sekitar 125 cc, jauh lebih kecil dari volume otak manusia sebesar 1.300 cc.

Sedangkan setelah dirangkai, tingginya hanya sekitar 100 sentimeter. Terbilang pendek untuk ukuran manusia umumnya sekitar 160-170 centimeter.

"Ya kayak di film The Lord of The Rings, hobbit. Sebenarnya enggak pendek, kerdil tapi proporsional," kata Jatmiko dalam Bincang Redaksi 11 bersama National Geographic Indonesia, Sabtu (11/7).

Sempat terjadi perdebatan mengenai jenis kelamin kerangka Homo floresiensis yang ditemukan. Namun, akhirnya ditetapkan jenis kelamin perempuan karena tulang panggul yang lebar.

Sehingga, di kemudian hari ada yang menyebutnya 'Mama Flo'. Temuan ini diperkirakan berusia 25 tahun dan hidup sekitar 100ribu hingga 60ribu tahun lalu.

Selain hobbit, para peneliti menemukan lebih dari 100 ribu artefak batu, rahang milik Stegodon florensis insularis (gajah purba). Gajah ini diperkirakan berukuran sebesar sapi dengan tinggi 1,5 meter.

Ditemukan pula Marabou stork (bangau raksasa), burung bangkai, komodo, dan Papagomys armandvillei (tikus besar). Komodo dan tikus besar hingga kini masih bisa ditemukan di daratan Flores. Bahkan, tikus besar diburu dan dagingnya dikonsumsi oleh warga sekitar.

Dalam kesempatan serupa, Thomas Sutikna, peneliti yang terlibat dalam riset situs Liang Bua sekaligus peneliti di Centre of Excellence for Australian Biodiversity and Heritage, University of Wollongong, berkata setelah 17 tahun berlalu sejak kerangka ditemukan, para peneliti belajar banyak dari Liang Bua.

"Ada banyak pertanyaan, enggak semua yang dipelajari mendalam cocok dengan apa yang dipikirkan dan dipublish. Ini berkaitan dengan karakteristik batu, kemungkinan Homo floresiensis mengenal api, juga isu kapan manusia modern awal menginjakkan kaki di Flores," katanya.

Mulai 2007 ekskavasi diperluas hingga mencakup beberapa kotak penggalian. Kompleksitas Liang Bua kian jelas sehingga membuat peneliti merevisi publikasi di jurnal Nature di 2016. Peneliti pun memperbaiki pemahaman mengenai lapisan tanah berkaitan dengan stratigrafi (cabang ilmu Geologi yang mempeajari lapisan batuan dan lapisannya).

Dalam situs Liang Bua terdapat 8 tefra (material hasil letusan gunung api) berbeda. Tefra tertua atau tefra 1 berusia 60ribu tahun lalu kemudian yang termuda atau tefra 8 berusia 12ribu tahun lalu. Namun tefra-tefra muda setelah diteliti lebih lanjut menumpang pada tefra yang jauh lebih tua.

"Ini jelas tidak sesuai umur lapisan yang sebenarnya. Sebaliknya semua tulang dan beberapa fauna endemik lain berasal dari lapisan di bawah lapisan tefra 1, 100ribu-60ribu tahun lalu," imbuhnya.

Akan tetapi revisi ini tidak mengubah perkiraan hidup si hobbit. Misteri demi misteri pun menyeruak seperti peristiwa yang terjadi di Liang Bua pada 50ribu tahun hingga 12ribu tahun silam lalu pada analisis mikromorfologi pada 2017 mengungkap ada bukti perapian atau anthropogenic burning di lapisan 41ribu-24ribu tahun lalu. Di sisi lain, tidak ada satu pun unit Homo floresiensis memberikan bukti keberadaan perapian atau pembakaran.

"Dengan demikian kami berpendapat ini hasil aktivitas manusia modern di Liang Bua. Cuma tidak akan cukup bukti bagus, karena perlu bukti tambahan yang lebih definitif misal ketemu manusia yang berciri manusia modern," jelas Thomas.

Dia berpendapat kini yang jadi fokus pada temuan gigi juga fragmen tengkorak berusia paling muda 18ribu tahun lalu dan tertua 46ribu tahun lalu. Saat ini gigi sedang dianalisis dan ada dugaan ini mengarah pada morfologi manusia modern.

Riset seperti ini memang berjalan lambat karena keinginan peneliti untuk betul-betul mengenal aspek Liang Bua. Selain itu pertimbangan kondisi Liang Bua yang memiliki kadar pH tinggi sehingga tulang-tulang temuan melunak dan rapuh jika tidak hati-hati.

"Ke depan harapannya teman-teman dari Geologi, Paleontologi Botani, Paleontologi Zoologi dan bidang-bidang lain bisa ambil bagian, minimal menganalisis hal-hal yang spesifik," katanya.

Sabtu, 11 Juli 2020

Epidemiolog Respons Teori Pandemi Corona RI Makin Berbahaya


Ahli Epidemiologi dari Universitas Airlangga Surabaya, Windhu Purnomo mengatakan kasus positif virus corona SARS-CoV-2 (Covid-19) meningkat karena pelaksanaan test Covid-19 kini semakin masif dilakukan dibanding satu atau dua bulan terakhir.
Oleh karena itu kata Windhu, kasus positif Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 70 ribu kasus bukanlah hal yang mengejutkan.

"Ya memang angka-angka ini mulai meninggi terutama yang jelas masih ada penularan di masyarakat dan itu berhasil digali lebih banyak karena testingnya sudah lebih banyak daripada sebulan dua bulan yang lalu," ujar Windhu saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (10/7).


"Jadi kita tidak usah kaget (kasus positif Covid-19 terus meningkat) karena test yang tinggi kemudian tiba-tiba kasus yang didapat tinggi," sambungnya.

Meskipun pemerintah sudah meningkatkan test Covid-19, namun menurut kata Windhu belum mencapai kata ideal.

Sebab merujuk pada pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dalam satu populasi minimal satu persen penduduk mesti dites.

"Jadi kalau 270 juta penduduk ya semestinya 2,7 juta itu harus ditest. Kita masih jauh dari itu, tetapi sudah jauh lebih baik meskipun terlambat. Terlambat tidak apa-apa asal dilakukan," pungkas Windhu.

Pernyataan Windhu tersebut merujuk pada cuitan tim Relawan Kawal Covid-19 yang menyatakan Indonesia masih jauh dari puncak penyebaran virus corona (Covid-19). Menurut mereka, pandemi baru akan dimulai dan keadaan bulan-bulan ke depan akan lebih berbahaya.

Pernyataan itu disampaikan Kawal Covid-19 dalam akun Twitter mereka pada Kamis (9/7) lalu.

"Dua bulan terakhir rupanya belum masa paling berbahaya. Justru, pandemi ini baru mulai dan kita masih jauh dari puncaknya. Maka tingkatkan kewaspadaan, karena bulan-bulan ke depan keadaan justru akan lebih berbahaya," cuit mereka.

Sementara jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia mencapai 72.347 kasus hingga Jumat (10/7). Di antara kasus kumulatif itu, sebanyak 33.529 orang dinyatakan sembuh dan 3.469 orang lainnya meninggal dunia.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan dalam laporan hariannya hari ini pemerintah berhasil memeriksa sebanyak 23.609 spesimen. Dengan demikian total kumulatif yang telah diperiksa mencapai 1.015.678 spesimen.

Selain kasus positif, pasien yang dinyatakan telah sembuh juga bertambah sebanyak 878 orang. Sementara pasien yang meninggal dunia bertambah 52 orang.

Angka tersebut merupakan data yang dihimpun Gugus Tugas Penanganan Covid-19 selama 24 jam dari kemarin pukul 12.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB siang ini.