
Mutasi Corona yang 10 Kali Lebih Menular Ada di Malaysia



Hyperion, perusahaan asal California, Amerika Serikat (AS), baru saja memperkenalkan supercar yang tidak biasa bernama XP-1. Mobil ini mampu dipacu 0 - 100 kpj dalam 2,2 detik menggunakan tenaga listrik dari olahan hidrogen.
XP-1 adalah mobil listrik fuel cell yang tidak mendapatkan energi dari baterai melainkan hidrogen. Fuel cell 'memasak' hidrogen dan oksigen dari udara kemudian membuat aliran listrik untuk menggerakkan roda dan menghasilkan air sebagai emisinya.
XP-1 diklaim dapat dikemudikan hingga 1.000 miles (1.609 km) menggunakan satu tangki berisi hidrogen yang sudah dikompresi. Motor listrik pada mobil ini disebut mampu menyemburkan lebih dari 1.000 hp ke semua roda dengan sistem gerak all wheel drive.
CEO Hyperion Angelo Kafantaris menjelaskan XP-1 punya jarak tempuh lebih jauh dari mobil baterai listrik biasa karena hidrogen yang telah dikompresi punya lebih banyak tenaga per liter dibanding baterai.
Kafantaris juga mengatakan gas hidrogen yang lebih enteng dari paket baterai membuat mobil bisa dirancang menjadi sangat ringan. Keringanan ini mendukung rancangan mobil yang terorientasi performa.
Keuntungan lainnya yaitu mengisi tangki hidrogen tak butuh waktu lama, jauh lebih cepat ketimbang mengecas baterai. Cuma perlu tiga sampai lima menit buat mengisi tangki agar XP-1 bisa mencapai 1.609 km.
Meski begitu mobil hidrogen juga punya tantangan, yakni soal ketersediaan stasiun pengisian. Sebelum Hyperion, produsen otomotif seperti Toyota, Hyundai, dan General Motors sudah memproduksi mobil hidrogen namun tidak sepopuler mobil listrik.
CNN menjelaskan, versi produksi XP-1 akan dikirim ke konsumen pada akhir tahun depan. Kafantris tidak menjelaskan soal harga jual, namun disebut bakal bervariasi tergantung level performa.
Hyperion berharap bisa mempopulerkan ide hidrogen sebagai sumber energi kendaraan dan juga kebutuhan lainnya. Perusahaan saat ini sedang bekerja sama dengan NASA untuk mengkomersialisasikan berbagai teknologi hidrogen.



Toshiba resmi menutup lini bisnis laptop setelah tak mampu bersaing dengan vendor-vendor lainnya setelah 30 tahun menjadi salah satu pemain utama.
Sesungguhnya dalam beberapa tahun terakhir Toshiba sudah perlahan mundur dari bisnis laptop. Namun pernyataan baru Toshiba benar-benar membuatnya berhenti.
Toshiba mengeluarkan pengumuman mereka mengalihkan sisa saham minoritasnya dalam bisnis komputer pribadi (PC) ke Sharp.
Pada 2018, Sharp telah membeli 80,1 persen saham di bisnis laptop Toshiba. Sharp kemudian mengubah nama usaha laptop itu menjadi Dynabook.
Dalam pernyataannya, Toshiba mengatakan bahwa Sharp telah menggunakan haknya untuk membeli sisa saham Dynabook yang dipegang oleh Toshiba pada akhir Juni. Proses pengalihan saham juga telah usai dan dengan resmi Toshiba menutup bisnis laptop.
"Sebagai hasil dari pengalihan ini, Dynabook telah menjadi anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Sharp," kata Toshiba seperti yang dilansir dari Gizmodo.
Toshiba memimpin pasar laptop sepanjang 1990-an dan sebagian besar pada 2000-an sebagai vendor teratas. Namun beberapa tahun ke belakang perusahaan seperti Lenovo, Apple, HP, dan Dell mulai membuat laptop yang lebih baik, dan bisnis laptop Toshiba melemah.
Dilansir dari Engadget, Toshiba adalah pelopor dalam komputer portabel alias laptop. Dulu komputer jinjing didesain berukuran sangat besar dan sulit untuk dibawa kemana-mana.
Pelopor laptop
Toshiba T1100 yang diluncurkan pada 1985 dianggap sebagai komputer laptop utama pertama. Laptop tersebut memberikan desain dasar bagi rancangan laptop-laptop selanjutnya sebelum kehadiran PowerBook Apple di tahun 1991.
T1100memiliki memori 256 KB, layar LCD reflektif 640x200 piksel yang mampu menampilkan 25 baris 80 karakter, floppy disk 3,5 inci (8,9 cm) yang mendukung disk 640KB dan 720KB.
Dalam hal ukuran, T1100 berukuran sekitar 31,1 cm x 6,6 cm x 12 inci (30,5 cm) dan berat 4,1 kilogram. Pada saat itu, harganya US$1.999 atau sekitar Rp29,3 juta.


Peluncuran seri terbaru Mi 10 akan berlangsung secara virtual. Ada sejumlah nama terbaru dari varian Mi 10 yang beredar, mulai dari Mi 10s, Mi 10 Pro Plus, hingga Xiaomi Mi 10 Extreme Commemorative Edition yang paling berpotensi.
Melansir GSM Arena, Xiaomi Mi 10 seri terbaru tampaknya merupakan handset M2007J1SC yang disertifikasi oleh otoritas 3C bulan lalu . Baru-baru ini, ponsel Xiaomi baru juga terlihat di platform benchmark seperti AnTuTu dan Geekbench.
Xiaomi Mi 10 terbaru diprediksi akan menggunakan layar AMOLED melengkung 6,67 inci. Layar ponsel anyar itu juga diduga bisa mendukung kecepatan refresh 120Hz.
Meski demikin, belum jelas apakah ponsel itu akan ditenagai oleh Snapdragon 865 atau Snapdragon 865+.
Melansir Gizmochina, Xiaomi Mi 10 terbaru kemungkinan akan menggunakan baterai 4.500mAh. Selain itu, ponsel tersebut akan didukung dengan pengisian cepat 120W dan teknologi pengisian nirkabel super cepat 55W.
Dari sisi kamera, Mi 10 terbaru kemungkinan akan menggunakan lensa 48 megapiksel di bagian belakang. Selain itu, ponsel itu juga akan dilengkapi dengan lensa makro hingga ultrawide.



