Sabtu, 08 Mei 2021

Busana Baru Motor Retro Yamaha XSR 155

Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) merilis warna baru sepeda motor naked bernuansa retro XSR 155. Yamaha menyebut warna baru ini Matte Green.

"Tahun ini kami melakukan penambahan warna terbaru agar konsumen memiliki lebih banyak pilihan," kata Antonius Widiantoro, Manager Public Relations, YRA & Community YIMM dalam siaran pers, Jumat (7/5).

Antonius mengatakan sejak meluncur pada akhir 2019, XSR 155 semakin digemari konsumen. Motor bergaya retro sudah cukup lama ditawarkan di Indonesia, motor ini jadi alternatif bagi Kawasaki W175.

"Sejak diluncurkan di akhir tahun 2019, XSR 155 makin digemari konsumen karena keunggulan desain retro yang dipadukan dengan fitur dan teknologi modern," ujar dia.

Yamaha tak memberikan improvisasi lain pada XSR 155, semua masih sama seperti awal diluncurkan.

Meski terkesan klasik atau 'jadul', XSR 155 memadukan punya sejumlah fitur modern seperti teknologi LED pada lampu hingga spidometer full digital dengan Multi Information Display (MID).

Sementara pada bagian kaki-kaki, motor ini sudah mengadopsi suspensi Up Side Down (USD).

XSR155 dibekali mesin injeksi berkapasitas 155 cc, SOHC, 4-tak, berpendingin cairan, plus teknologi VVA. Tenaga yang dihasilkan 19 hp pada 10 ribu rpm dan torsi 14,7 Nm pada 8.500 rpm.

XSR 155 Matte Green dijual Rp36,5 juta on the road Jakarta, harga ini tidak berbeda dari varian warna lain, Matte Silver dan Matte Black, yang masih ditawarkan.

Jumat, 07 Mei 2021

Teknologi WSPR, Pelacak MH370 yang Diduga Keluar Jalur

Penelitian baru menyatakan pilot pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang pada 2014 sengaja mengalihkan pesawat keluar jalur yang semestinya untuk menghindari radar. Peneliti menggunakan sinyal radio lemah yang dikenal sebagai WSPR atau jaringan Weak Signal Propagation Report ketika mengidentifikasi itu.

Peneliti Richard Godfrey mengatakan setiap pesawat baik komersial, pribadi, atau militer akan memicu 'kabel trip elektronik' tak terlihat saat mereka melewati sinyal ini yang kemudian bisa digunakan untuk melacak lokasi mereka.

Melansir Electronics Notes, WSPR adalah perangkat lunak yang digunakan untuk komunikasi sinyal lemah antara stasiun radio amatir. Tidak seperti komunikasi radio amatir biasa, WSPR memungkinkan stasiun radio amatir untuk berpartisipasi dalam jaringan suar berdaya rendah di seluruh dunia.

Situasi itu memungkinkan pemancar radio amatir untuk mengirim dan menerima sinyal WSPR dan kemudian mengunggah data ke server real-time di mana hasil dari sinyal yang dikirim dan diterima dapat dilihat. Dengan cara itu, WSPR membentuk radio amatir yang agak berbeda, jalur propagasinya terbuka dapat dilihat.

WSPR adalah aplikasi perangkat lunak yang dibuat oleh Joe Taylor, K1JT, fisikawan Princeton pemenang Hadiah Nobel yang juga mengembangkan mode digital lain untuk radio amatir yang disebut WSJT.

WSPR pertama kali dirilis pada April 2008. Menggunakan mode transmisi yang disebut MEPT-JT. MEPT adalah singkatan dari Manned Experimental Propagation Transmitter dan JT mewakili inisial Joe Taylor sendiri yang juga muncul di callsignnya.

Stasiun perlu diawaki untuk memastikan bahwa pengoperasian WSPR memenuhi persyaratan izin stasiun di seluruh dunia. Di banyak negara, pengoperasian jarak jauh atau tanpa awak tidak diperbolehkan, bahkan jika stasiun sepenuhnya otomatis.

Setelah stasiun WSPR telah disiapkan dan dijalankan, pengoperasian akan otomatis sepenuhnya, tidak memerlukan intervensi. Perangkat lunak WSPR mencatat semua transmisi serta stasiun yang didengar dan dengan siapa sinyal telah dipertukarkan.

Perangkat lunak WSPR menjalankan pemancar/ penerima, serta menghasilkan sinyal dan mencatat yang didengar dan disalin. Transmisi WSPR menggunakan penguncian pergeseran frekuensi.

Melansir laman Universitas Princeton, WSPR mengimplementasikan protokol yang dirancang untuk menyelidiki jalur propagasi potensial menggunakan transmisi daya rendah. Transmisi normal membawa tanda panggilan stasiun, pencari jaringan, dan daya pemancar dalam dBm.

Program itu dapat memecahkan kode sinyal dengan S / N serendah -28 dB dalam bandwidth 2500 Hz. Stasiun dengan akses internet dapat secara otomatis mengunggah laporan penerimaan mereka ke database pusat yang disebut WSPRnet, dengan fasilitas pemetaan, penyimpanan arsip, dan banyak fitur lainnya.

Rabu, 05 Mei 2021

Posisi Gigi yang Tepat Saat Mobil Matic Setop di Lampu Merah

Pengemudi mobil matic, pemula ataupun yang sudah berpengalaman, masih sering bingung menentukan mana posisi tuas transmisi terbaik saat berhenti sementara, misalnya di lampu merah.

Mengerti jawaban soal ini bisa memperpanjang usia pakai komponen yang berujung penghematan biaya serta menambah unsur keselamatan.

Menurut Hyundai Mobil Indonesia dalam situs resminya dikutip Selasa (4/5), posisi tuas transmisi yang direkomendasikan saat mobil berhenti adalah 'N' (Netral). Dalam posisi ini bagian transmisi tidak menyambung dengan roda yang artinya tidak ada potensi panas karena komponen tertahan.

Selain untuk keawetan komponen, menempatkan tuas transmisi di posisi N juga mengurangi risiko mobil bergerak atau bahkan menyundul ketika mendadak pedal rem terlepas atau pedal gas terinjak saat di posisi 'D' (Drive).

Atas dasar hal ini direkomendasikan jangan mengandalkan pijakan kaki di rem sambil membiarkan tuas transmisi di posisi D saat berhenti di lampu merah.

Memasang tuas transmisi di posisi 'P' (Park) juga disebut kurang tepat, karena pilihan ini hanya cocok untuk kondisi parkir. Alasan karena butuh waktu menggeser tuas transmisi dari 'P' ke 'D' saat ingin jalan, alibi lainnya 'P' juga berarti posisi ban terkunci.

Selasa, 04 Mei 2021

iPhone Layar Lipat Meluncur 2023

Apple dilaporkan sedang membuat iPhone yang dapat dilipat. Ponsel yang sedianya diluncurkan pada tahun 2023 itu akan menggunakan layar OLED fleksibel QHD+ 8 inci.

Apple diperkirakan akan menjual iPhone yang dapat dilipat hingga mencapai 15-20 juta unit pada tahun 2023. iPhone yang dapat dilipat juga diharapkan mengadopsi solusi sentuh kawat nano perak TPK karena beberapa keunggulannya dibandingkan teknologi Y-Octa SDC.

"Berdasarkan survei industri terbaru kami, kami memperkirakan bahwa Apple kemungkinan akan meluncurkan iPhone yang dapat dilipat dengan layar OLED fleksibel QHD + 8 inci pada tahun 2023," ujar TFI Securities Ming-Chi Kuo, melansir Mac Rumors.

Kuo memprediksi bahwa smartphone yang dapat dilipat akan menjadi ponsel yang wajib dimiliki di tahun mendatang. Di pun yakin yakin Apple berada pada posisi yang baik untuk menjadi pemimpin ponsel lipat.

"Kami memperkirakan perangkat lipat akan mengaburkan segmentasi produk antara smartphone, tablet, dan laptop di masa mendatang. Dengan ekosistem lintas produk dan keunggulan desain perangkat kerasnya, Apple akan menjadi pemenang terbesar dalam tren perangkat lipat baru," ujarnya.

Desas-desus soal iPhone yang dapat dilipat bukan hal baru. Pada bulan Maret, Kuo sempat mengatakan bahwa Apple mungkin berencana untuk meluncurkan iPhone yang dapat dilipat dengan layar 7,5 hingga 8 inci pada tahun 2023.

Melansir CNBC, juru bicara Apple belum tersedia untuk mengomentari pernyataan Kuo. Namun, Apple mungkin memiliki beberapa rintangan yang mungkin perlu diatasi sebelum benar-benar menghadirkan iPhone lipat.

Semua Apple iPad misalnya, mendukung input gambar dengan Apple Pencil. Tetapi kebanyakan ponsel yang dapat dilipat tidak mendukung input pena karena relatif rapuh dibandingkan dengan layar ponsel tradisional.

Samsung, Huawei dan Xiaomi telah memperkenalkan model ponsel lipat, meskipun harganya masih membuat mereka relatif tidak dapat diakses oleh sebagian besar konsumen.

Senin, 03 Mei 2021

Xiaomi Black Shark 4 untuk Main Game Sudah Bisa Dipesan



Xiaomi akhirnya akan segera menjual kepada konsumen ponsel gaming Black Shark 4 setelah diluncurkan pertama kali pada bulan Maret lalu. Black Shark 4 akan bersaing dengan ponsel gaming dengan harga yang cukup murah lainnya seperti Nubia Red Magic 6.

Xiaomi Black Shark 4 dijual dengan harga yang bervariasi. Di Amerika Serikat, Black Shark 4 dengan RAM 8GB dan ROM 128GB dijual dengan harga US$499 atau Rp7,2 juta (kurs Rp14.437). Sedangkan varian RAM 12GB dan ROM 256GB dijual dengan harga US$599 atau Rp8,6 juta.

Melansir Tech Radar, harga Black Shark 4 terbilang jauh lebih murah meski memiliki spesifikasi yang cukup tinggi. Harganya lebih murah dari Lenovo Legion Phone Duel dan Asus ROG Phone 5.

Sub bisnis Xiaomi lainnya, Redmi juga dikabarkan akan meluncurkan ponsel game-nya sendiri. Redmi biasanya menawarkan perangkat murah dengan spesifikasi yang mengesankan, sehingga ada kemungkinan akan mengalahkan semua pesaingnya dalam hal harga.

Sampai ponsel itu diluncurkan, Black Shark 4 adalah ponsel gaming baru paling terjangkau di tahun 2021.

Black Shark telah mengumumkan bahwa perangkat generasi keempatnya sudah bisa dipesan lewat situs webnya. Perusahaan akan benar-benar menjualnya kepada konsumen mulai 6 Mei 2021.

GSM Arena memberitakan, Black Shark 4 mengemas layar AMOLED 6,67 inci dengan kecepatan refresh 144Hz dan kecepatan sampling sentuh 720Hz. Ponsel itu menggunakan prosesor Snapdragon 870 dan baterai 4.500 mAh dengan pengisian cepat hingga 120W meskipun konsumen hanya mendapatkan 67W dalam paket ritel.

Black Shark 4 sudah mendukung jaringan 5G. Untuk varian  menggunakan GPU Adreno 650. Sedangkan versi Pro Adreno 660. Versi Pro juga menggunakan prosesor Snapdragon 888 5G (5 nm).

Terdapat tiga buah kamera di bagian belakang Black Shark 4, yakni 48MP; 8MP; dan 5MP. Kamera depannya berukuran 20MP.

Minggu, 02 Mei 2021

Perbedaan Daihatsu Rocky Lawas dan Rocky Baru

Nama Rocky kembali digunakan Daihatsu untuk model terbaru yang menjadi kembaran Toyota Raize. Meski menggunakan nama yang sama, namun model Rocky terbaru merupakan mobil penumpang berbeda.

Rocky kembali lahir pertama kali di Jepang pada 2019 kemudian mulai dijual di Indonesia pada 2021 ini tampak lebih klimis meski diklaim sebagai Sport Utility Vehicle (SUV) berkapasitas lima penumpang.

Namun begitu, tetap secara keseluruhan Rocky lebih mengedepankan kesan maskulin sebagai mobil perkotaan melalui desainnya. Tidak ada kesan garang yang tertinggal seperti pendahulunya.

Hal ini jelas berbeda dari bahasa desain Rocky lawas yang dirilis Daihatsu sejak 1980an sampai 1990an. Mobil ini dikenal sebagai SUV tangguh yang hingga kini kerap digunakan para penghobi terabas atau offroad.

Bodi Rocky dahulu lebih terlihat kekar, mengotak, tegap, dan jangkung. Sementara sekarang lebih mengedepankan estetika dan kenyamanan untuk berkendara di jalan raya desiannya pun kekinian sesuai selera konsumen berjiwa muda.

Perbedaan tentu bukan hanya sebatas desain, untuk urusan dapur pacu pun juga demikian.

Rocky masa kini lebih kalem sebab menggendong mesin bensin 1.000 yang sudah dilengkapi turbo. Mesin itu dipadukan dengan dua pilihan transmisi, ada lima manual percepatan atau otomatis CVT.

Tapi perusahaan berjanji akan menghadirkan Rocky dengan mesin bensin konvensional m yang memiliki kubikasi 1.200 cc.

Sementara pendahulunya dibenamkan mesin diesel 2.800 cc. Mesin itu m dikawinkan transmisi manual empat percepatan, lalu kemudian pada awal 90an mengalami peningkatan menjadi lima percepatan.

Perlu diketahui juga bila Rocky dahulunya memiliki sistem penggerak 4x4, sementara Rocky baru saat ini semua tenaga dilepas untuk menggerakkan roda depan.

Sabtu, 01 Mei 2021

Raize dan Rocky Diproduksi di Pabrik Daihatsu Karawang

Astra Daihatsu Motor (ADM) mengungkapkan telah mengucurkan dana sebesar Rp1,7 triliun sebagai investasi tambahan untuk proyek kolaborasi pembuatan mobil kembar baru, yaitu Toyota Raize dan Daihatsu Rocky di Indonesia.

Direktur Marketing ADM Amelia Tjandra mengatakan investasi ini untuk penyediaan alat di pabrik Daihatsu, Karawang, Jawa Barat.

"Jadi dibutuhkan atau sudah dikeluarkan investasi Rp1,7 triliun untuk tooling. Bukan untuk line produksi, line produksi tidak ada penambahan

Amelia mengatakan kegiatan produksi kedua model itu di pabrik Daihatsu tidak membutuhkan line produksi baru.

"Bahwa di pabrik ADM kami menerapkan fleksibel produksi, jadi line produksi Daihatsu sangat canggih. Ini bisa dikombinasi modelnya, bisa dikombinasi variannya, warna apapun, model apapun semua dalam satu line. Sehingga penambahan satu model baru bisa ditambahkan tanpa mengorbankan model yang lain," ucapnya.

Secara terpisah, Direktur Marketing Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi tak mau berbicara banyak mengenai investasi tambahan untuk pembuatan Raize dan Rocky. Komentar mengenai investasi, ia menyerahkan sepenuhnya kepada Daihatsu.

Lebih lanjut, Amelia mengatakan pabrik produksi Raize dan Rocky juga digunakan untuk memproduksi Low Cost Green Car (LCGC), yakni Sigra-Calya dan Agya-Ayla.

Sedangkan satu pabrik Daihatsu lainnya di Sunter, Jakarta Utara difokuskan untuk memproduksi Avanza-Xenia, Rush-Terios, Gran Max, dan Luxio. Daihatsu juga diketahui menjadi produsen yang memiliki pabrik dengan kapasitas produksi paling besar di Indonesia, yakni 500 ribu unit setahun.

"Jadinya produksi di Karawang juga bisa lebih dioptimalkan saat ini," kata dia.

Mobil kembar  Raize dan Rocky adalah model kelima hasil kolaborasi Toyota dan Daihatsu di Indonesia setelah Avanza-Xenia, Rush-Terios, Agya-Ayla-Calya-Sigra.